[Review] MBC-day 9

Mati itu bisa dimana saja, Di Gunung, Di jalan, di Laut, di rumah, bahkan diatas kasur pun bisa. karena itulah, saya percaya saja sama anak saya.

MBC- Masa Bina Cinta, Osjurnya HME di tahun 2013 ini sudah mencapai day ke 9. Pada day ini, materi utama yang diberikan adalah tentang kepemimpinan. Disini, kami mengikuti seminar di GKU timur. Yang keren dari seminar ini adalah pembicaranya, seorang presiden Kabinet KM ITB, tidak lain dan tidak bukan adalah Nyoman Anjani.

Nyoman Anjani, Mesin 2009 adalah seorang wanita super bagi saya, yep. Secara pribadi, saya mengakui kalau beliau sangat kharismatik dan goodlooking, bahasa kerennya cakep :). terlebih lagi beliau adalah mahasiswi jurusan Teknik Mesin. Ya, sebuah jurusan yang umumnya merepresentasikan laki-laki. beliau juga hobi naik gunung, sejak SMA sudah terdaftar menjadi anggota pecinta alam yang resmi. Beliau juga punya hobi lain, yaitu melukis. untuk aliran melukisnya yaitu lukisan realis, beliau melukis aktivitas berbagai macam orang. untuk hasil lukisanya, jangan ditanya. bisa dibilang punya bakat yang bisa dikembangkan untuk menjadi pro !!. karena sudah cukup lama saya kepo in hasil lukisannya di laman facebooknya :P. pokoknya Mba  yang satu ini keren banget dah, mahasiswa nomor 1 ITB, pinter, kharismatik, jago lukis, hobi panjat gunung, dan yang penting cakep !!.

Anyway, bukan hal itu yang ingin saya bahas disini, karena untuk hal tersebut, ada orang lain yang lebih pantas mengulas atau menulis biografi yang lebih komprehensif dan faktual :). saya cukup sebagai pengagum saja ( I think most of us, boys and girls are her admirer of course).

Bagian pertama dari seminar tersebut adalah penyampaian materi 1 arah, mengenai kepemimpinan, dan KM ITB. disini kami disadarkan bahwa sebagai “MAHASISWA”, kita mempunyai tanggung jawab yang LEBIH. Ya, karena kitalah sedikit dari orang yang beruntung yang bisa mengenyam pendidikan tinggi, terlebih lagi sebagai mahasiswa ITB. kemudian. kita dijelaskan apa itu pemimpin. pada dasarnya, semua manusia ditakdirkan dna mempunyai kodrat sebagai pemimpin. Ada 2 hal dasar yang harus dimiliki tiap orang yang ingin menjadi pemimpin, dare to Dream, dare to Change.

Dream lebih mengarah ke visi kita, dan Change lebih mengarah ke perbuatan kita. Selanjutnya tentang pemimpin yang baik, ia haruslah ‘know, show, and lead’ the way. hal ini, kak nyoman berkata, ada proses, yang harus dijalani oleh setiap pemimpin. yep, karena tidak ada manusia di dunia ini, yang terlahir langsung menjadi orang yang hebat, semuanya menjalani proses pembelajaran. untuk prosesnya sendiri, berlangsung seumur hidup. berikutnya beliau juga menjelaskan 3 kunci, agar mahasiswa sukses di kampus, dan di luar kampus nanti. 3 aspek tersebut adalah kecerdasan, keberanian, dan relasi.

Materi yang beliau sampaikan selanjutnya adalah tentang KM itb. KM itb mempunyai 6 tools yang dapat digunakan kita untuk mengembangkan diri, HMJ, Unit, MWA-WM, Tim beasiswa, Kabinet, dan Kongres. Dimanapun kita berada, dimanapun tempat pilihan kita untuk berkembang, lakukan yang terbaik disana. Karena, janganlah kita lulus dari ITB nanti menjadi Zombie. yang cuma jago baca buku dan hardskillnya saja 🙂

sesi berikutnya adalah sharing dan tanya jawab 2 arah, berbagai macam pertanyaan dari kami yang dilontarkan kepada beliau. beberapa ada yang menurut saya cukup unik :).

Ketika beliau ditanya kenapa masuk teknik mesin, dan apa cita-citanya, beliau berkata bahwa alasan dia masuk mesin adalah ingin menjadi Drilling Operator, karena keren dan gajinya tinggi. beliau juga sangat suka dengan namanya mesin (jadi ingat Rancho di Film 3 idiots) meskipun akhirnya beliau sadar, bahwa setelah lulus nanti akan jadi engineer, bukan operator. dan akhirnya beliau menjawab bahwa cita-citanya nanti kelak adalah menjadi technopreneur.

Pertanyaan selanjutnya mengenai manajemen waktu. Intinya bila ada jadwal sangat padat, letakkan jiwa dan raga di tempat itu juga. Misalkan sedang kuliah, ya fokus untuk kuliah saja, jangan fikirkan yang lain. Kemudia untuk mengasah kepercayaan diri, bisa ikut beraktifitas di organisasi dan semacamnya. kemudian beliau juga berpesan agar jangan mengagitasi pikiran sendiri ? (bahasa halusnya su’udzon ama Allah). yep, karena dengan kita su’udzon. frekuensi fikiran kita dan Frekuensi Tuhan tak akan sama, sehingga hasilnya mungkin do’a kita tak akan terkabulkan.. 🙂

Hal unik lainnya adalah ketika beliau bercerita mengapa orangtuanya memperbolehkan beliau untuk naik gunung. Suatu saat ketika ibu beliau ditanya oleh seorang temannya. Ibu beliau menjawab :

Mati itu bisa dimana saja, Di Gunung, Di jalan, di Laut, di rumah, bahkan diatas kasur pun bisa. karena itulah, saya percaya saja sama anak saya.

Jujur, hal ini menjadi refleksi saya. setelahnya adalah mengenai menembus batas diri, untuk melakukan hal yang terbaik. ya. Keluar dari zona Nyaman, dan menembus batas diri, itulah yang masih belum bisa saya lakukan. hal terakhir adalah mengenai arah pergerakan mahasiswa. bukan horizontal maupun vertikal, melainkan pergerakan Moral,

Setelah seminar, dilanjutkan dengan forum (tanpa moderator) mengenai progress kenal angkatan. saya sendiri masih belum mampu mengenal lebih dari 150 orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s