[Review] MBC-day 10

Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Setiap dari kita mempunyai keunikan masing-masing. Jadikanlah Keunikan ini Sebuah nilai + dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah yang kalian hadapi.

MBC day 10, dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2013, tepatnya pukul 13.45. Kehadiran fisik kami adalah 169 orang, angka yang jauh dibawah kuorum yang disepakati ketua angkatan kami, Septian, 210 orang. Hal ini menyebabkan konsekuensi bagi kami untuk mengupdate ‘tentang kami’ di blog angkatan, berisi penjelasan mengenai alasan dalam 10 day MBC, cuma 1 kali kali berhasil memenuhi kuorum. selanjutnya masing-masing kami juga wajib share blog kami tersebut di semua media sosial yang kami miliki.

Materi pertama yang kami dapatkan adalah penjelasan tentang PALAPA HME ITB, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat milik HME yang ada sejak 2006, dan telah memperoleh beberapa penghargaan hingga tingkat internasional. Nama Palapa sendiri berasal dari ‘sumpah palapa’ Patih Gajah Mada yang terkenal, dan juga nama satelit pertama Indonesia yang dirancang oleh alumni Elektro ITB, Iskandar Alisyahbana. Palapa sudah dilakukan sebanyak 3 kali hingga saat ini.

Sejarah dari Palapa dimulai dari tugas MBC HME angkatan 2005, yang sedang dikader di tahun 2006. Adapun eksekusi kegiatannya dimulai dari tahun 2007, dan pada 2008 diresmikannya. Ide dasar dari Palapa adalah Elektrifikasi sebuah desa, yang belum menikmati listrik. Pada Palapa 1, Teknologi yang diusung adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Palapa 1 dilaksanakan di Kab. Garut, Jawa Barat. Kegiatan Palapa 1 ini, yang bernama Palapa Jaya, masuk ke media elektronik nasional, dan menjadi liputan khas sebuah televisi nasional.

Palapa 2 dilaksanakan di Kabupaten garut juga, tepatnya desa Mekarwangi. Survey dimulai pada tahun 2008 dan eksekusinya tahun 2010. Pada Palapa kali ini, teknologi yang diusung adalah Pembangkit Listrik Tenaga surya.

Palapa 3 masih dilaksanakan di tempat yang sama desa Mekarwangi. Program Palapa 3 ini lebih memfokuskan ke pemeliharan PLTS yang sudah dibangun sebelumnya, seperti penggantian baterai. Selain itu, konsep baru diusung pada pelaksanaan Palapa 3 ini, yaitu Community Development, intinya memberdayakan masyarakat agar kualitas hidupnya naik. kegiatan pada palapa 3 antara lain, membangun Rumah Baca Palapa, membangun peternakan domba & Lele.

Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan Community Development  sendiri

  1. Identifikasi sosial
  2. Identifikasi program (mencari program yang cocok)
  3. Penilaian program
  4. Eksekusi
  5. Monitoring dan evaluasi
  6. Audit sosial (verifikasi ke masyarakat umum, apakah kegiatan tersebut sudah bermanfaat)
  7. Memberikan saran karena sifatnya bottom up (bermulai dari masyarakat)

Alasan Palapa menggunakan sifat community development itu sendiri karena sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi dan peran mahasiswa. Alasan Palapa memilih desa sebagai target utama karena desa merupakan tingkatan pemerintahan administratif terkecil di Indonesia dan pembangunan harus dimulai dari bawah.

Kendala Palapa selama ini adalah kesulitan dalam pemeliharaan alat yang berjarak di tengah desa yang susah dijangkau. Lokasi survey selanjtunya diperkirakan berada di Sukabumi, Lembang, Garut, atau Tasik. Palapa sendiri merupakan sinergisasi dengan program ‘Gebrak Indonesia’.

Materi Kedua yang kami dapatkan yaitu tentang ‘Problem Solving’. Materi ini disampaikan oleh mantan Ketua Divkom yang sedang kuliah fast track.

Tahapan dalam penyelesaian masalah :

  1. Identifikasi masalah
  2. Analisa
  3. Strategi
  4. Eksekusi

Ada beberapa metode untuk Problem Solving. Pada kesempatan kali ini metode yang diajarkan adalah DATS.

  • Define the problem: cari masalah yang akan kita selesaikan secara spesifik dengan cara SMART (specific, measurable, actionable, realistic, time bound)
  • Structure the problem: masalah harus memiliki detail
  • Prioritize issues: cari aksi tersbesar dengan kerugian tersedikit
  • Action plan: membuat fungsi kontrol agar jelas orang-orang yang bertanggung jawab dalam pengerjaan masalah tertentu dengan deadline waktu tertentu

Sesuai dengan penjelasan DSPA di atas, ada empat langkah yang harus kita ambil dalam menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi, antara lain:

  1. Pilih masalah yang ada
  2. Buatlah sebuah issues tree yang dapat menjelaskan beberapa cabang solusi dari masalah yang sedang kita hadapi
  3. Buat grafik prioritas dengan acuan usaha terendah dan hasil termaksimal yang dapat kita peroleh
  4. Buat action plan dengan spesifikasi tugas, detail tugas, deadline, dan penanggung jawab setiap tugas yang akan dikerjakan

Dalam mengeksekusi action plan yang akan kita jalani, kita harus menentukan ‘key player‘ atau orang-orang yang berkemauan atau bahkan mampu dalam menjalankan tugas tersebut. Kita juga harus menggunakan alat jika memang dibutuhkan serta mengontrol secara reguler kegiatan yang telah berlangsung sesuai dengan action plan. (baktistr)

Special thanks for Aghnia

http://aghniahauna.wordpress.com/2013/07/24/resume-mbc-day-10-palapa-dan-problem-solving-24713-16512198/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s